Tim peneliti Breakthrough Listen dan Columbia University menemukan kandidat pulsar berdetak tiap 8,19 milidetik di dekat lubang hitam supermasif Sagitarius A*.

Sebuah tim astronom dari Columbia University dan program riset Breakthrough Listen mengumumkan penemuan kandidat pulsar baru yang sangat menarik di jantung Bimasakti. Dalam survei radio sangat sensitif yang menyasar kawasan pusat galaksi yang kacau dan padat, mereka menemukan sinyal berkala yang berdetak setiap 8,19 milidetik, diduga berasal dari sebuah pulsar milidetik di dekat lubang hitam supermasif Sagitarius A*, pusat gravitasi Bimasakti.
Pulsar sendiri adalah bintang neutron yang berputar sangat cepat dan bermagnet kuat, memancarkan berkas gelombang radio yang menyapu Bumi seperti mercusuar kosmik. Detak pulsar, terutama pulsar milidetik, sangat stabil dan teratur sehingga bisa diperlakukan sebagai jam alam yang akurasinya luar biasa. Di lingkungan tenang, pulsa akan tiba di teleskop dengan ritme nyaris sempurna. Namun jika pulsar berada dekat objek sangat masif seperti lubang hitam, gravitasi yang ekstrem akan mengganggu keteraturan ini. Perubahan kecil dalam waktu kedatangan pulsa dan jalur perambatan gelombang radio dapat menjadi “jejak” bagaimana ruang dan waktu terdistorsi, persis seperti yang diprediksi Teori Relativitas Umum Einstein.
Itulah sebabnya kandidat pulsar di sekitar Sagitarius A* ini begitu penting. Lubang hitam pusat Bimasakti massanya sekitar empat juta kali Matahari, dengan gravitasi yang mengatur dinamika seluruh lingkungan sekitarnya. Jika objek berdetak 8,19 milidetik ini benar-benar pulsar, para ilmuwan bisa memanfaatkan detaknya untuk memetakan struktur ruang waktu di sekitar lubang hitam secara sangat rinci, melakukan uji presisi atas Relativitas Umum, dan menguji apakah ada penyimpangan halus yang bisa mengisyaratkan fisika di luar teori yang kita kenal saat ini.
Dengan potensi sebesar itu, tim internasional kini tengah melakukan pengamatan lanjutan dan analisis mendalam untuk memastikan sifat sejati sumber ini. Data dari Breakthrough Listen juga dibuka ke publik agar peneliti di seluruh dunia bisa ikut menganalisis dan menguji berbagai skenario. Jika pada akhirnya sinyal ini dikukuhkan sebagai pulsar di dekat Sagitarius A*, Bimasakti bukan hanya rumah bagi lubang hitam raksasa di pusatnya, tetapi juga sebuah jam kosmik presisi tinggi yang siap membantu kita menguji dasar-dasar hukum gravitasi alam semesta.


