Selama ini, para ilmuwan mengira telah memahami cara kerja suar Matahari. Namun, data terbaru dari teleskop Matahari Daniel K. Inouye memberikan “teguran” bagi teori-teori fisika yang ada.

Untuk membedah apa yang terjadi, para ilmuwan mengamati dua “sidik jari” cahaya spesifik: Kalsium II H dan Hidrogen-epsilon. Dua sinyal ini sangat jarang dipelajari bersamaan dengan detail setajam ini. Ibarat menggunakan mikroskop super kuat pada objek yang sebelumnya hanya terlihat buram, teleskop Inouye berhasil menangkap struktur pita ledakan yang sangat tidak beraturan dan kompleks, bahkan di saat ledakan tersebut seharusnya sudah mendingin.
Tim peneliti yang dipimpin oleh Cole Tamburri kemudian mencoba mencocokkan temuan ini dengan RADYN, model komputer paling canggih saat ini yang digunakan untuk mensimulasikan pemanasan Matahari.
Hasilnya? Ada kabar baik dan kabar buruk.
Di satu sisi, model komputer tersebut berhasil memprediksi lebar garis hidrogen dengan akurat. Namun, di sisi lain, simulasi tersebut gagal total saat mencoba meniru bentuk garis cahaya Kalsium. Cahaya yang tertangkap oleh teleskop asli jauh lebih lebar dan memiliki tingkat kecerahan yang berbeda dari apa yang diprediksi oleh teori di komputer.
Ketidakcocokan ini menunjukkan bahwa ada “celah” dalam pemahaman kita tentang bagaimana energi berpindah dan memanaskan atmosfer Matahari. Teori yang kita pegang selama berpuluh-puluh tahun ternyata belum cukup untuk menjelaskan dinamika fisik yang terjadi saat sebuah ledakan mulai berakhir.
Karena Matahari adalah bintang terdekat kita, memahami perilakunya adalah kunci untuk memahami miliaran bintang lain di alam semesta. Jika kita salah memahami Matahari, bisa jadi kita juga salah memahami cara kerja bintang-bintang jauh di sana.
Para ahli di National Solar Observatory (NSO) kini sadar bahwa mereka harus merombak ulang model pemanasan suar Matahari mereka. Kejadian ini membuktikan bahwa teknologi secanggih teleskop Inouye bukan hanya berfungsi untuk mengonfirmasi apa yang kita tahu, tetapi justru untuk menunjukkan apa yang belum kita ketahui.
Matahari, meski telah dipelajari selama berabad-abad, ternyata masih menyimpan rahasia yang menunggu untuk dipecahkan melalui pengamatan-pengamatan detail di masa depan.


