Rahasia Rem & Gas Rotasi Bintang Terkuak

Simulasi 3D mengungkap peran medan magnet dalam memperlambat bahkan mempercepat rotasi bintang masif, membuka pemahaman baru tentang evolusi bintang.

Ilustrasi bagian dalam bintang masif pada fase akhir pembakaran selubung oksigen (hijau) dan silikon (biru kehijauan), sebelum inti besi (nila) runtuh. Kekuatan dan geometri medan magnet, bersama dengan sifat konveksi di wilayah oksigen, dapat menyebabkan laju rotasi bintang meningkat atau melambat. Kredit: KyotoU / Lucy McNeill

Sejak lahir hingga menjelang akhir hidupnya, bintang-bintang di alam semesta mengalami perubahan besar, termasuk melambatnya rotasi mereka. Akan tetapi, bagaimana proses ini terjadi ternyata tidak sesederhana yang selama ini dipahami. Penelitian terbaru dari tim astronom di Kyoto University kini menunjukkan bahwa medan magnet memainkan peran jauh lebih kompleks dalam mengatur rotasi bintang.

Selama ini, para astronom mengetahui bahwa bintang seperti Matahari kehilangan momentum sudutnya secara perlahan karena angin bintang yang membawa materi keluar dari permukaan. Interaksi antara plasma dan medan magnet dianggap sebagai mekanisme utama yang memperlambat rotasi bintang. Namun, data dari teknik asteroseismology mengungkap bahwa penurunan kecepatan rotasi bintang jauh lebih dramatis daripada yang diprediksi teori.

Untuk menjawab teka-teki ini, para peneliti menggunakan simulasi tiga dimensi untuk melihat apa yang terjadi di dalam bintang masif. Fokus utama mereka adalah zona konveksi, lapisan tempat materi panas bergerak naik dan turun secara turbulen. Di sinilah medan magnet, rotasi, dan aliran plasma saling berinteraksi dalam skala besar.

Hasilnya menunjukkan bahwa medan magnet tidak hanya memperlambat rotasi bintang, tetapi dalam kondisi tertentu juga dapat mempercepat rotasi inti bintang. Interaksi ini mengubah cara momentum sudut berpindah di dalam bintang, menciptakan variasi rotasi yang unik pada setiap bintang.

Tinggalkan Balasan