Teleskop Webb menemukan lubang hitam raksasa yang terbentuk lebih awal dari galaksi induknya, sebuah penemuan yang mengubah pemahaman tentang bagaimana lubang hitam terbentuk di alam semesta mula-mula.

Dengan menggunakan kemampuan pencitraan dan spektroskopi luar biasa dari Teleskop Antariksa James Webb, wahana pengamatan milik NASA, ESA, dan CSA, para peneliti berhasil memetakan gerakan dan komposisi gas yang mengelilingi lubang hitam di pusat galaksi kecil bernama Abell2744-QSO1. Galaksi ini terletak lebih dari 13 miliar tahun cahaya jauhnya dari Bumi. Satu tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh cahaya dalam setahun, kurang lebih 9,5 triliun kilometer.
Hasil pengamatan menunjukkan sesuatu yang sangat mengejutkan: lubang hitam di pusat galaksi ini memiliki massa 50 juta kali massa Matahari kita. Namun, lubang hitam ini ternyata lebih tua daripada galaksi yang mengelilinginya. Ini berarti lubang hitam terbentuk terlebih dahulu, dan galaksi berkembang kemudian di sekitarnya, kebalikan dari apa yang selama ini ilmuwan kira.
Penemuan ini menimbulkan pertanyaan besar: kapan lubang hitam ini terbentuk? Para peneliti menyatakan bahwa lubang hitam ini kemungkinan terbentuk pada hitungan detik pertama setelah Dentuman Besar, ledakan besar yang melahirkan alam semesta sekitar 13,8 miliar tahun lalu. Ini berarti lubang hitam sudah ada sejak alam semesta masih sangat muda, jauh sebelum sebagian besar galaksi terbentuk.
Hal lain yang mengagumkan adalah lubang hitam ini harus memiliki ukuran yang sangat besar sejak awal penciptaannya. Lubang hitam tidak bisa mulai kecil dan terus tumbuh menjadi sebesar ini dalam waktu singkat, prosesnya memerlukan waktu lama. Jadi lubang hitam raksasa ini harus lahir sebagai lubang hitam raksasa juga.
Teleskop Webb memungkinkan para ilmuwan melihat sejauh dan sedetail ini berkat teknologi canggihnya. Teleskop ini diluncurkan pada 2021 dan diposisikan sekitar 1,5 juta kilometer dari Bumi. Dengan cermin utama yang terbuat dari segmen-segmen emas dan dilengkapi sensor inframerah yang sangat sensitif, Webb dapat menangkap cahaya dari benda-benda yang sangat jauh dan redup di alam semesta awal.
Penemuan ini penting karena menantang model ilmiah yang ada tentang pertumbuhan lubang hitam. Jika lubang hitam supermasif dapat terbentuk secara langsung di awal alam semesta tanpa melalui proses akumulasi bertahap, maka para ilmuwan harus merevisi teori mereka tentang bagaimana alam semesta berkembang. Penelitian lebih lanjut akan membantu mengungkap rahasia pembentukan lubang hitam-lubang hitam raksasa lainnya yang tersebar di seluruh alam semesta.


