Para peneliti menggunakan Teleskop Antariksa James Webb dan Hubble untuk mengonfirmasi penemuan luar biasa: Terzan 5, “fosil gugus bintang” langka yang merupakan sisa pembentukan galaksi Bimasakti miliaran tahun lalu.

Objek ini bukan sekadar gugus bintang biasa seperti yang diyakini sebelumnya, melainkan sesuatu yang jauh lebih unik dan jarang ditemukan.
Terzan 5 terdiri dari empat generasi bintang yang berbeda, membuktikan dirinya sebagai prototipe dari apa yang kini disebut peneliti sebagai “bulge fossil fragment” alias fragmen fosil kelasa dari gugus bintang primitif yang membentuk pusat galaksi. Miliaran tahun lalu, bongkahan bintang primitif serupa tersebar dan bersatu untuk membentuk kelasa atau bonggol, yaitu wilayah pusat galaksi Bimasakti yang padat dan berisi bintang-bintang tua. Namun Terzan 5 tetap utuh hingga hari ini, seperti gumpalan yang tidak larut dalam adonan kue yang sudah tercampur rata.
Empat Generasi Bintang dalam Satu Objek
Gugus bintang yang biasa hanya memiliki satu populasi bintang zaman kuno. Namun penelitian baru yang menggabungkan pengamatan terbaru dari Webb dengan data 12 tahun dari Hubble menunjukkan Terzan 5 mengalami hingga empat episode pembentukan bintang yang terpisah. Tim peneliti menemukan dua populasi bintang yang sudah diketahui sebelumnya, plus dua putaran pembentukan bintang yang lebih baru.
Penelitian ini menunjukkan bintang-bintang di Terzan 5 terbentuk pada berbagai waktu: sekitar 12,5 miliar tahun lalu (saat Bimasakti sendiri sedang terbentuk), kemudian 4,7 miliar tahun lalu, 3,8 miliar tahun lalu, dan terakhir 2,5 miliar tahun lalu saja. Dengan empat generasi bintang yang jelas berbeda usia dan komposisi kimia, teori-teori lama bahwa Terzan 5 berinteraksi dengan objek lain untuk menghasilkan bintang baru kini tertolak.
“Pengamatan inframerah baru dari Webb, dikonfirmasi dengan data arsip Hubble, memberikan kami gambaran yang jauh lebih jelas tentang sejarah Terzan 5,” ujar Giorgia Zullo, mahasiswa doktoral Universitas Bologna Italia yang memimpin penelitian ini.
Mengapa Terzan 5 Tetap Utuh?
Kunci keunikan Terzan 5 adalah massanya yang cukup besar. Saat gugus-gugus bintang primitif lain bercampur dan menyatu membentuk kelasa atau bonggol galaksi, Terzan 5 cukup masif untuk mempertahankan identitasnya sendiri. Sistem yang lebih ringan terbawa dan tercampur, tetapi Terzan 5 menolak untuk “larut.”
Lebih dari itu, Terzan 5 mampu mempertahankan bahan baku yang diperlukan untuk membentuk generasi bintang baru selama miliaran tahun. Bukti ledakan supernova yang kuat terdeteksi di Terzan 5, ledakan bintang yang menciptakan elemen-elemen lebih berat. Elemen-elemen ini kemudian dikumpulkan oleh generasi bintang berikutnya. Pada sistem yang lebih ringan, kekuatan ledakan akan menyapu habis gas dan debu, tetapi massa Terzan 5 cukup untuk menahan material itu dan mendorong pembentukan bintang baru.
Hingga saat ini, hanya dua objek jenis ini yang diketahui: Terzan 5 dan Liller 1. Keduanya pernah diklasifikasikan sebagai gugus bintang biasa sebelum diketahui strukturnya yang kompleks. “Terzan 5 adalah fosil yang masih hidup dari masa awal galaksi kita,” kata Francesco R. Ferraro, profesor Universitas Bologna dan kepala peneliti observasi Webb. “Objek langka ini menunjukkan bagaimana galaksi raksasa seperti Bimasakti dibangun dari bongkahan bintang kuno yang bersatu selama miliaran tahun.”


