Para astronom mengamati korona Matahari saat gerhana total, menemukan struktur turbulen yang membentuk angin Matahari dan memengaruhi cuaca antariksa dan teknologi di Bumi.
Matahari
Teleskop GREGOR Menangkap Detik-Detik Kelahiran Suar Kelas X
Para ilmuwan berhasil menangkap detik-detik menjelang dan saat terjadinya dua suar Kelas X di permukaan Matahari dalam resolusi tinggi!
Matahari Berbalik Arah: Risiko Cuaca Antariksa Meningkat
Selama dua setengah dekade menuju 2008, Matahari tampak melandai menuju periode lesu yang bersejarah.
Suar Matahari Lebih Panas dari Perkiraan
Suar Matahari kembali mengejutkan ilmuwan. Riset terbaru memperlihatkan partikel bermuatan positif (ion) di dalam letupan suar memanas 6,5 kali lebih panas dari sebelumnya.
Wahana Parker Ungkap Asal Usul Angin Matahari
Untuk pertama kalinya, manusia bisa melihat langsung dari dalam atmosfer Matahari, berkat perjalanan Wahana Antariksa Parker.
Korona dalam Fokus: Terobosan Citra Matahari Paling Tajam
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, para ilmuwan berhasil menangkap gambar paling tajam dari korona Matahari, lapisan atmosfer terluar yang selama ini hanya bisa terlihat jelas saat gerhana total.
Aktivitas Maksimum Matahari & Dampaknya Untuk Bumi
Aktivitas Matahari memengaruhi cuaca antariksa yang berdampak langsung pada satelit, astronot, serta sistem komunikasi dan navigasi seperti radio dan GPS.
Benang Plasma Panas Matahari
Para peneliti dari University of Central Lancashire (UCLan) berhasil memeroleh citra Matahari dalam resolusi tinggi dari misi Solar Sounding Rocket milik NASA.
Foto Pertama Plasma Mendidih dari Permukaan Matahari
Untuk pertama kalinya, detil permukaan Matahari bisa diungkap lewat foto pertama yang dipotret oleh teleskop Matahari Daniel K. Inouye dari National Science Foundation.
Badai Matahari Dasyat Pernah Melanda Bumi
Badai matahari bisa berlangsung lebih dasyat dari yang diduga sebelumnya. Jika terjadi, tampaknya kita belum siap menghadapi kerusakan yang ditimbulkan.
Rahasia Badai Matahari Yang Disingkap LOFAR
Tim astronom dari Trinity College Dublin dan Universitas Helsinki menemukan bahwa Badai Matahari ternyata bisa mempercepat gerak partikel. Hal ini tampak pada data Low Frequency Array, LOFAR, maupun pada citra dari wahana milik NASA, NOAA dan ESA.
Berburu Saudara Kembar Matahari
Tim astronom internasional melakukan pencarian bintang-bintang yang jadi saudara Matahari. Bintang-bintang tersebut diduga ada ribuan karena terbentuk dalam gugus bintang yang sama dengan Matahari, sekitar 4,6 miliar tahun lampau.











