Sebuah penemuan baru mengungkap kehidupan dramatis planet yang sangat panas di 55 Cancri e, sebuah planet superbumi yang jaraknya sekitar 41 tahun cahaya dari Bumi.

Planet 55 Cancri e berukuran sekitar 1,88 kali lebih besar dari Bumi dan memiliki massa 8 kali lebih berat. Namun yang paling mencolok, planet ini mengorbit bintang mirip Matahari kami dengan sangat dekat, hanya membutuhkan 0,7 hari atau sekitar 17 jam untuk menyelesaikan satu orbit penuh. Sebagai perbandingan, Merkurius, planet terdekat dengan Matahari kita, membutuhkan 88 hari untuk mengorbit. Jarak yang sangat dekat inilah yang membuat permukaan 55 Cancri e mencair sepenuhnya, menciptakan lautan lava yang menakjubkan.
Para peneliti mengamati lima kali planet ini melintas di depan bintang induknya, dalam peristiwa astronomi yang disebut gerhana sekunder. Dengan membandingkan data dari pengamatan tersebut dengan model-model ilmiah yang sudah ada, mereka menemukan sesuatu yang mengejutkan tentang atmosfer planet ini.
Atmosfer Penuh Hidrogen dan Gas Vulkanik
Ilmuwan sebelumnya berprediksi bahwa planet-planet berlava seperti 55 Cancri e seharusnya memiliki atmosfer yang terdiri dari monoksida karbon dan dioksida karbon, gas yang biasa kita kenal dari emisi industri dan pembakaran bahan bakar. Namun data baru menunjukkan gambaran yang jauh berbeda.
Atmosfer 55 Cancri e ternyata sangat kaya akan hidrogen, elemen paling ringan di alam semesta, serta mengandung monoksida karbon dan sejumlah kecil dioksida karbon. Penemuan ini penting karena mengungkap komposisi kimia interior planet. Ketika magma, batuan cair, mengeluarkan gas dari permukaannya, gas tersebut mencerminkan apa yang ada di dalam planet.
Data dari lima pengamatan menunjukkan variasi menarik. Para peneliti berhipotesis bahwa variasi ini mungkin disebabkan oleh awan yang terbentuk dari gas yang keluar dari permukaaan lava. Awan-awan ini dapat sementara mendinginkan permukaan planet, sebelum akhirnya tersapu jauh oleh angin plasma yang kuat.
Wawasan tentang Planet-Planet Ekstrem
Penemuan ini berkontribusi pada pemahaman ilmuwan tentang planet-planet berlava, sebuah kategori dunia ekstrasurya yang baru-baru ini mendapat perhatian besar. Dalam dekade terakhir, astronom telah menemukan beberapa planet serupa, termasuk K2-141 b, L 98-59 d, TOI-561 b, dan CoRoT-7 b. Semua planet ini mengorbit dengan sangat dekat ke bintang mereka dan terkunci pasang surut atau terkunci gravitasi, artinya, sisi yang sama selalu menghadap ke bintang, mirip bagaimana Bulan selalu menunjukkan wajah yang sama kepada Bumi.
Berbeda dengan bulan Io milik Jupiter, yang volkanisnya disebabkan oleh gaya tarik gravitasi planet raksasa, vulkanisme pada planet-planet berlava seperti 55 Cancri e murni akibat panas ekstrem dari kedekatan mereka pada bintang induk. Penelitian ini, yang akan diterbitkan di jurnal Nature Astronomy, membuka pintu untuk pemahaman lebih dalam tentang bagaimana planet-planet ini terbentuk dan berevolusi.


