Petunjuk dari Eta Carinae Yang Tak Bisa Mati

Butuh lebih dari sekedar ledakan dasyat untuk bisa menghancurkan bintang Eta Carinae, salah satu bintang paling terang di Bima Sakti.

Eta Carinae. Kredit: NASA, ESA, dan J. Hester (Arizona State University)
Eta Carinae. Kredit: NASA, ESA, dan J. Hester (Arizona State University)

Sekitar 170 tahun lalu, Eta Carinae meledak dan melepaskan energi dalam jumlah yang sama dengan ledakan supernova pada umumnya. Ledakan supernova merupakan akhir kehidupan bintang masif yang melontarkan selubung gasnya dalam sebuah ledakan dasyat. Akan tetapi, ledakan itu belum cukup untuk bisa melenyapkan Eta Carinae. Dan sejak itu, para astronom berusaha mencari jawabannya.

Tentu tidak mungkin untuk kembali ke pertengahan tahun 1800-an untuk menyaksikan ledakan bintang Eta Cariane. Tapi, mereka bisa menyaksikan siaran ulang kejadian tersebut. Meski hanya sebagian, tapi mereka bisa memperoleh informasi dari sebagian cahaya ledakan. Alih-alih langsung menuju ke Bumi, sebagian cahaya dari ledakan Eta Carinae dipantulkan oleh debu antarbintang dan bari tiba di Bumi sekatang. Efek ini dikenal sebagai gema cahaya.

Hasil penelitian dari ledakan bintang pada abad ke-19 ini justru mengungkap keberadaan materi yang memuai dengan kecepatan 20 kali lebih cepat dari yang diduga para astronom. Bahkan hasil pengamatan memperlihatkan kalau lontaran materi pada ledakan Eta Carinae merupakan yang paling cepat dalam ledakan supernova.

Data terbaru memperlihatkan kalau ledakan tahun 1840-an itu dipicu oleh pertikaian antar bintang. Jadi ada tiga bintang dalam satu sistem. Satu bintang dihancurkan dan menyisakan dua bintang lainnya dalam sistem bintang ganda. Pada akhirnya ledakan dasyat terjadi ketika bintang Eta Carinae menghancurkan salah satu dari dua temannya tersebut, dan melontarkan materi lebih dari 10 massa Matahari ke angkasa. Massa yang terlontar ini kemudian membentuk lobus bipolar berbentuk barbel yang ada dalam citra Eta Carinae masa kini.

Sumber: Space Telescope Science Institute (STScI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *